Melestarikan Gendang Beleq

07 Februari 2020 14:11:47 WIB

Berbicra tentang kebudayaan gendang beleq, kini gendang beleq sudah sedikit tergeser karena adanya sebuah kecimolan yang lebih diminati oleh masyarakat pada umumnya.

Oleh karena itu Pemerintah Desa Montong gamang mengadakan Pelatihan Gendang Beleq agar dapat bangkit dari pergeseran dan kembali diminati oleh masyarakat.

Terlepas dari bagaimana acara begawe dan acara merarik, nyongkolan juga identik dengan gendang beleq ataupun kecimol dan rudat. Tetapi yang paling sakral adalah gendang beleq.

Pulau Lombok, pulau yang terkenal dengan pulau seribu masjid dan sebenarnya pulau yang memiliki beragam kebudayaan. Mulai dari kebudayaan bau nyale, merarik, nyongkolan dan masih banyak yang lainnya.

Namun sebenarnya, jika kita melirik kembali, gendang belek sudah ada sejak lama dibandingkan dengan kecimol. Dan dari jenis alat musik yang digunakan gendang beleq menggunkan alat musik yang masih sangat tradisional, sedangkan kecimol itu lebih menggunakan alat-alat musik yang sudah modern. Sehingga jika kita melihat, kebudayaan ini merupakan sebuah kebudayaan yang sangat unik dan perlu untuk di lestarikan, salah satunya melalui pengembangan Pelatihan. Dalam pelatihan gendang beleq ini, akan mengajarkan pada masyarakat, anak-anak, remaja untuk disiplin pada waktu dan tentunya kerjasama dengan anggota yang lainnya, Karena gendang beleq merupakan sebuah pementasan musik dengan berkelompok. Gendang beleq ini pun memiliki jumlah anggaran Rp. 102.180.000.-

Komentar atas Melestarikan Gendang Beleq

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Montong Gamang

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Negara Pengunjung

Sapa Kawasan NTB

DBIP (Desa Benderang Informasi Publik)